ranieri

Leicester Tunjukkan Tajinya Di Liga Champions

Sangat pantas sekali bila Liga Inggris menjadi salah salah satu kompetisi liga nomer satu di dunia. Banyak klub kaya yang mendatangkan pemain-pemain bintang dengan harga selangit.

Ada satu klub dengan modal yang tidak terlalu besar jika di bandingkan dengan Manchester United, Chelsea dan Manchester City. Kompetisi dengan daya saing tinggi menjadikan klub-klub di negara itu harus memutar otak agar bisa terus eksis dalam persaingan yang ada.

Inilah yang di lakukan oleh sebuah klub kecil bernama Leicester, baru pertama kali menjajal Liga Champions tapi sudah mulai menunjukkan tajinya.

Dibawah arahan dari pelatih jenius dan sarat dengan pengalaman, Claudio Ranieri menjadi salah satu sorotan media-media olahraga di dunia.

leicestera-city

Berhasil membawa timnya menjuarai Liga Inggris dan kini pelatih berusia 64 tahun itu juga berhasil membawa Leicester City memuncaki klasemen sementar di grup G Liga Champions.

Pengamat dan komentator banyak yang terkejut dengan raihan prestasi dari tim kecil itu.

“Ini adalah sepakbola modern dimana semua tim bisa saja menunjukkan penampilan terbaiknya. Pelatih berada di peran yang paling penting pada sebuah klub termasuk Leicester,” pungkas salah satu komentator sepakbola di Inggris. Keberhasilan Ranieri memberikan pencapaian performa yang mengagumkan ini sungguh sangat membuat banyak pelatih-pelatih klub besar lainnya terkejut.

Dalam lanjutan Liga Champions pada tanggal 28/09/2016 yang lalu, timnya itu berhasil menaklukkan tim kuat yakni FC Porto. Kemenangan 1-0 telah membuktikan bahwa Jamie Vardi dan kawan-kawan tidak bisa lagi dianggap remeh oleh klub lain.

Ranieri sukses mengangkat derajat klub kecil tersebut dengan sentuhan-sentuhan ajaibnya. Permainan dengan kepercayaan diri yang bagus, mengadopsi serangan cepat dan serangan balik yang cukup rapih menjadi senjata utama bagi sang pelatih dalam menginstruksikan para pemainnya.

Musim ini adalah musim yang spesial untuk klub kecil dengan nama Leicester City itu. Menjuarai Liga Inggris pada musim lalu dan kini berada di pucuk klasemen pada liga paling bergengsi di dunia. Meskipun berada di pucuk klasemen tapi sebenarnya, sang pelatih sendiri tidak memasang target untuk dapat menjuarai kompetisi tersebut.

“Saya tidak terlalu berharap pada Liga Champions karena tim ini masih harus banyak pembenahan dalam beberapa lini.Tapi meskipun klub tidak memasang target juara. Saya bersama mereka akan melakukan permaianan yang terbaik untuk meraih poin semaksimal mungkin,” tegas Ranieri pada konfrens pers beberapa waktu lalu sesaat setelah timnya menaklukkan Porto.

Sosok Ranieri Di Mata Vardy

leicester

Pelatih yang sudah tidak muda itu ternyata sangat disukai oleh para pemainnya. Menjaga kekompakan tim baik itu di ruang ganti maupun di luar lapangan menjadi rahasia mengapa Leicester menjadi perkasa di dalam lapangan hijau. Bahkan beberapa pemainnya tidak sungkan memuji sifat dan kpribadian bosnya itu.

“Ia adalah sosok pelatih dengan kepribadian sangat bagus sekali. Bersamanya kami bermain menggunakan hati sehingga timbul semangat yang bisa membawa kamu meraih prestasi seperti sekarang ini,” Kata Vardy.

“Strategi dan instruksinya di dalam lapangan benar-benar membuat setiap pemain merasa nyaman dengan arahan darinya. Setiap pemain memang wajib disiplin dalam arahannya tapi kami sangat santai menjalaninya. Dialah pelatih dengan jiwa pemenang sesungguhnya,” tutur Islam Slimani.

Pemain gelandang yang di posisikan sebagai penyerang lubang oleh Ranieri tersebut berhasil mengembangkan kemampuannya bersama Leicester. Dalam laga melawan Porto pekan lalu ia berhasil mencetak satu-satunya gol ke gawang Porto dan membuat kemenangan Leicester.