manchester-city

Grup C Liga Champions : City Gagal Taklukkan Celtic

Manchester City gagal menaklukkan Celtic pada tanggal 29/09/2016 lalu. Hasil Liga Champions di grup C ini menjadi perhatian banyak penikmat sepakbola seluruh dunia. Satu grup bersama Barcelona, di prediksi cukup sulit bagi anak City yang dilatih oleh Pep Guardiola ini menjadi juara grup.

Bermain di Celtic Park yang merupakan markas dari Celtic FC, Manchester City gagal mendapatkan poin sempurna. Skor imbang 3-3 harus puas mereka bawa pulang. Target kemenangan yang di canangkan Guardiola sebelum pertandingan harus tertunda karena sampai akhir babak kedua tim tersebut bermain imbang.

Dilatih oleh seorang pelatih sukses nampaknya tidak membuat langkah the cityzens mudah. Mereka harus bermain habis-habisan untuk bisa meraih poin di Celtic Park. Sebagai tim tamu dengan prestasi bagus jika dibandingkan Celtic sepertinya bukan berarti tuan rumah akan bermain bertahan dan mengandalkan serangan balil.

Meskipun penguasaan bola pasukan Guardiola mencampai 54% dalam pertandingan sengit itu, namun pada akhirnya mereka gagal meraih kemenangan untuk bisa bertengger di posisi puncak klasemen sementara Liga Champions. Hasil pertandingan ini sebenarnya sangat tidak bagus untuk klub besar yang berada di Kota Manchester tersebut.

“Kemenangan dan mendapatkan 3 poin seharusnya bisa kami dapatkan, tapi semuanya terasa cukup sulit bagi kami dalam mengembangkan permainan. Tuan rumah bermain sangat bagus hari ini dan kami selalu gagal dalam menyelasaikan peluang,” jelas Guardiola seusai jalannya pertandingan. Sebelumnya banyak pihak yang memprediski hasil Liga Champions tersebut untuk kemenangan Man City.

Kesalahan Guardiola

Imbangnya Manchester City melawan Celtic nampaknya membuat para superter merasa ada yang salah. Melihat jalannya pertandingan yang cukup seru itu, meskipun menguasai jalannya pertandingan sepanjang waktu tapi para pemain terlihat cukup kesulitan dalam menciptakan peluan menjadi sebuah gol. Kesalahan Guardiola dalam menerapkan susunan pemain menjadi biang keladi gagalnya mereka meraih kemenangan.

Formasi 4-1-4-1 dinilai pengamat tidak terlalu bagus untuk pasukan The Sky Blues itu. Aguero yang di patok menjadi penyerang tunggal sangat tidak bagus dalam mencari posisi sehingga sering kali pemain tersebut kehilangan bola dengan mudah. “Lebih baik menggunakan formasi lebih menyerang seperti 4-3-3 karena ia (Guardioala) memiliki pemain dengan kemampuan baik,” terang salah satu pengamat sepakbola di Inggris.

Gol Cepat Di Babak Pertama

aguero

Gol pembuka pada laga kali ini di cetak oleh tuan rumah. Laga seru itu baru saja dimainkan 3 menit, Celtic sudah bisa mengejutkan City. Moussa Dembele lah yang berhasil membuat mental anak-anak Sky Blues itu sedikit turun. Gol cepat yang cukup bagus di cetak olehnya melalui cara cukup aneh tapi gol tetaplah gol.

Berselang beberapa menit Man City berhasil menyamakan kedudukan lewat tembakan kerasnya ke pojok kanan gawang. Fernandinho berhasil merubah papan skor menjadi 1-1 pada menit ke-12. Melalui sebuah kemelut di depan gawang, ia berhasil memanfaatkan peluang dengan baik dan para pemain bertahan Celtic yang berada di kotak pinalti hanya bisa tercengang.

Pertandingan kali ini terasa sangat menarik sekali. Kedua tim bermain sangat terbuka, sebagai tim tuan rumah yang notabennya memiliki kualitas permaianan dibawah City ternyata mampu memberikan perlawan. Petaka bagi tim Guardiola datang di menit ke-20, Raheem Sterling melakukan bunuh diri. Sepakan dari pemain Celtic mengenainya dan membelokkan bola sehingga tercipta gol yang merubah kedudukan sementara menjadi 2-1 bagi Celtic.

Terjadinya gol bunuh diri sepertinya justru membuat semangat Aguero dan kawan-kawan semakin membara. Serangan gencar terus di arahkan ke kotak pinalti melalui umpan satu dua yang sangat indah sekali. Sesekali menyerang dari sayap mengandalkan kecepatan para gelandangnya tapi cukup disayangkan, rapatnya barisan pertahanan tuan rumah pada laga itu benar-benar tidak ada celah sama sekali.

man-city-vs-celtic

Di menit ke-28, Raheem Sterling menebus dosa dengan mencetak gol dari jarak dekat. Melalui kerjasama yang apik ia berhasil mendapatkan posisi bagus untuk merobek jala tuan rumah dan skor pun berubah menjadi 2-2. Sampai bunyi pluit berakhirnya babak pertama, skor tidak berubah sama kuat.

Memasuki babak kedua, Guardiola sepertinya telah membakar semangat anak asuhnya itu di ruang ganti. Mereka memasuki lapangan dengan penuh semangat dan keyakinan akan menang. Begitu pulit dibunyikan pasukan The Citizens langsung merangsek ke jantung pertahanan Celtic yang di kawal oleh Kolo Toure. Pemain berusia 35 tahun memiliki kemampuan membaca arah bola dengan sangat baik sekali.

Terlalu asik menyerang justru City di kejutkan dengan gol indah yang di cetak oleh Moussa Dembeli pada menit ke-47. Sebuah gol cantik melalui bicycle kick ia berhasil merubah skor menjadi unggul 3-2. Gol itu sontak langsung membuat seluruh Celtic Park bergemuruh bernyanti dan mengelu-elukan gol tersebut.

Man City pun akhirnya berhasil mencuri gol penyeimbang pada menit ke-55 oleh Duran Nolito. Bola rebound yang tepat jatuh di kakinya itu tanpa ampun langsung merobek gawang Celtic yang dijaga oleh Craigh Gordon. Sampai akhir pluit dibunyikan skor tetap sama dan Guardiola harus rela berbagi poin dengan tuan rumah.